Nama :
Siti Humaira
NIM : 1801056005
Mata Kuliah : Filsafat Dakwah
Dosen Pengampu : Dr.
Hasyim Hasanah, S.Sos.I., M.S.I
“Implementasi
Filsafat Dakwah Pada Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu).”
A.
Siskohat
(Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu)
Dampak
besar yang sangat dirasakan akibat masih minimnya teknologi pendataan dan
pengolahan data dalam penyelenggaraan ibadah haji, yaitu terjadinya peristiwa
tragedi kecelakaan di Terowongan Mina yang memakan korban sebanyak 1.426 jiwa,
649 jiwa diantaranya ialah jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah mengalami
sulitnya dalam identifikasi pendataan korban, serta sulitnya dalam
menginformasikan musibah tersebut kepada keluarga korban karena teknologi
informasi yang masih manual, dimana semua proses dalam pelayanan haji baik yang
terkait dengan administrasi dan dokumentasi, sampai pada kegiatan pelaksanaan
ibadah haji masih menggunakan teknologi informasi yang sederhana dan lambat.
Suatu
langkah tepat yang telah diambil oleh Kementerian Agama dalam upaya
meningkatkan pelayanan haji adalah dengan membangun suatu Sistem Informasi dan
Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang terhubung dengan Kantor Wilayah
Kementerian Agama serta Kementerian Agama seluruh Kabupaten Kota di Indonesia.
SISKOHAT merupakan suatu sistem pelayanan secara on-line dan real time antara
Bank Penyelenggara Penerima Setoran (BPS BPIH) Ibadah Haji, Kantor Wilayah
Kementerian Agama di 33 Provinsi dan kabupaten dengan Host Pusat Komputer untuk
penyimpanan seluruh database calon Jamaah Haji di Kementerian Agama Pusat yakni
di Jakarta Pusat.
Sistem Aplikasi
haji yang ada pada SISKOHAT saat ini, adalah aplikasi pendafaran calon jamaah
haji (termasuk di dalamnya aplikasi pada BPS BPIH), aplikasi up date data pemberangkatan, pemulangan
dan lain-lain yang berkaitan erat dengan pengolahan data jamaah haji. Pemerintah
menggunakan main system milik Garuda sebagai host SISKOHAT yang tersambung
dengan 7 BPS BPIH. Pengembangan SISKOHAT secara bertahap dan berkesinambungan
di Kementerian Agama Kabupaten/Kota setiap tahunnya mengalami peningkatan,
tahun 2010 Kementerian Agama pusat meluncurkan SISKOHAT versi terbarunya yaitu
SISKOHAT Gen-1. Sebagai penyempurna dari SISKOHAT Gen-1 Kementerian Agama
meluncurkan SISKOHAT Gen-2 pada tahun 2014.[1]
Bangunan aplikasi
SISKOHAT yang telah dibentuk selain pendaftaran haji sebagai dasar pertama
pembentukan data base haji, kemudian
digunakan dalam proses administrasi dan dokumen, aplikasi pemvisaan di Pusat,
aplikasi pelayanan operasional Arab Saudi, pembatalan dan pelimpahan serta
pelayanan kesehatan jamaah haji di Departemen Kesehatan.
Dengan demikian,
prinsip dasar dan fungsi pembangunan dan pengembangan program aplikasi SISKOHAT
adalah mengacu kepada sistem dan prosedur serta mekanisme penyelenggaraan
operasional haji secara keseluruhan, mulai dari masa pendaftaran sampai kepada
masa operasional di Arab Saudi, sert a proses pembatalan dan pelayanan
informasi kepada masyarakat. Atau, didasarkan pada petunjuk teknis
penyelenggaraan haji yang setiap tahun diterbitkan.
B.
Sistem
Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam Kajian Ilmu Aksiologi
Aksiologi adalah
ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai dari sudut pandang filsafat. Pembicaraan
nilai dalam bahasa yang paling umum dan sederhana (menurut konsep orang awam)
seringkali dikaitkan dengan baik dan
buruk, manfaat tidak manfaat. Sesuatu itu dikatakan bernilai jika ia memiliki
unsur baik atau manfaat dalam kehidupan, misalnya nilai sebuah pisau, nilai
sehat, nilai orang, nilai sebuah barang dan lain-lain. Oleh karena itu , dalam
kehidupan sehari-hari ada sesuatu yang bernilai dan ada yang diberi nilai
(nilai intrinsik dan nilai instrumental).[2]
Dalam kajian aksiologi,
terdapat tiga istilah yang berbeda tapi memiliki kemiripan arti; yaitu nilai,
moral, etika. Nilai merupakan sebuah term yang mengandung makna yang lebih
bersifat generik bila dibandingkan dengan istilah moral dan etika. Nilai membutuhkan
penjabaran lebih lanjut agar ia bersifat operasional. Menurut Kattsoff bahwa nilai dapat diklasifikasikan dalam
beberapa hal, yaitu: nilai instrinsik dan nilai instrumental. Nilai instrinsik
adalah nilai yang dari sesuatu sejak semula sudah bernilai.Nilai instrumental
adalah nilai dari sesuatu karena dapat dicapai sebagai sarana untuk mencapai
tujuan sesuatu. Kedudukan metafisis dari nilai, apakah hubungan nilai-nilai
dengan fakta-fakta yang diselidiki oleh ilmu alam, dari pengalaman manusia dari
pengalaman manusiawi tentang nilai dengan kenyataan yang bebas dari manusia.
[3]Sementara
itu, etika merupakan kajian aksiologi yang paling operasional, sebab etika
merupakan penjabaran dari moral dalam bentuk, formula, peraturan atau ketentuan
pelaksanaan yang lebih kongkrit.[4]
Sistem SISKOHAT
sangat mempermudah dalam prosedur pendaftran pelaksanaan ibadah haji karena
dengan sistem SISKOHAT pengurusan adminitrasi dan dokumen-dokumen dll lebih
mudah. Dalam bidang kajian filsafat dakwah perspektif ilmu aksiologis SISKOHAT
dinilai dari segi esensi , artinya kita melihat nilai dari sudut ontologis,
yakni bahwa nilai sudah ada sejak semula.
a. Dilihat
dari sudut ilmunya maka yang muncul nilai kebenaran dan pengetahuan tentunya
harus ada tolak ukur yang baku. Dari sudut ini dilihat dari aspek unsur
pragmatis, SISKOHAT mempunyai nilai dan memeberikan manfaat kepada calon jamaah
haji dan mempermudah petugas Kemenag yang bertugas megurus pendaftaran dan
mengurus dokumen-dokumen haji. Operasional penyelenggaraan ibadah haji lebih
mudah karena sebelum ada sistem SISKOHAT pemerintah menggunakan cara manual
seperti perhitungan dan perebutan
kuota haji nasional, pengisian formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
untuk pendaftaran haji di kabupaten kota, masa pelunasan setoran Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada Bank Penerima Setoran (BPS), pengurusan
dan penyelesaian paspor maupun visa haji, penyusunan pra manifest kloter dan
manifest penerbangan, boarding pass maupun tiketing. Juga pembuatan tanda
terima dan tanda pengenal jemaah, Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) haji
embarkasi saat akan diberangkatkan, dan lainnya.
b. Dari sudut empirik keberadaan SISKOHAT. Dari sudut
ini SISKOHAT dilihat dalam kenyataan dalam sistem operasional ibadah haji, yakni
adanya sasaran dalam SISKOHAT yaitu calon jamaah haji dan petugas operasional
ibadah haji.
c. Nilai Dakwah, penerapan dan pengapliakasian
wujud penyebaran nilai-nilai Islam dalam mempermudah pelayanan operasional
calon jamaah haji.
d. Nilai Kerahmatan, SISKOHAT ditujukan bagi
kepentingan dan kemaslahatan calon jamaah haji dan petugas operasional penyelenggaraan
ibadah haji.[5]
C.
Kesimpulan
Sistem Aplikasi haji yang ada pada
SISKOHAT saat ini, adalah aplikasi pendafaran calon jamaah haji (termasuk di
dalamnya aplikasi pada BPS BPIH), aplikasi up
date data pemberangkatan, pemulangan dan lain-lain yang berkaitan erat
dengan pengolahan data jamaah haji.
Aksiologi adalah ilmu pengetahuan
yang menyelidiki hakikat nilai dari sudut pandang filsafat. Pembicaraan nilai
dalam bahasa yang paling umum dan sederhana (menurut konsep orang awam)
seringkali dikaitkan dengan baik dan
buruk, manfaat tidak manfaat.
SISKOHAT ditinjau dari bidang aksiologi dari segi esensi dan
dilihat dari nilai
kebenaran, nilai dakwah dan nilai kerahmatan,
Daftar
Pustaka
Drs Suisyanto, M.Pd, “Pengantar Filsafat Dakwah”, Yogyakarta:
Penerbit Teras, 2006.
Supena, Ilyas, “Filsafat Ilmu Dakwah Perspektif Ilmu Sosial”,
Yogyakarta:Penerbit Ombak, 2013.
Wardi, Moh, “Problematika Pendidikan Islam dan Solusi
Alternatifnya”, Tadris Volume 8 Nomor 1 Juni 2013.
Munawaroh, Zahrotun, “Efektivitas
Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam
Penyelenggaraan Ibadah Haji, JURNAL ILMU DAKWAH, Vol. 35, No.2, Juli-Desember,
2015
Achmadi, Asmoro, , “Aksiologi
Reog Ponorogo Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter Bangsa”, Teologia,
Volume 25, No 1, Januari-Juni 2014
[1]
Zahrotun Munawaroh dkk, “Efektivitas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji
Terpadu (SISKOHAT) Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, JURNAL ILMU DAKWAH, Vol.
35, No.2, Juli – Desember, 2015, hlm 228
[2]
Drs.Suisyanto, M.Pd, “Pengantar Filsafat
Dakwah”,(Yogyakarta:Penerbit Teras, 2006), hlm 89
[3]
Asmoro Achmadi, “Aksiologi Reog Ponorogo Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter
Bangsa”, Teologia, Volume 25, No 1, Januari-Juni 2014, hlm 7
[4] Dr.
Ilyas Supena, M.Ag, “Filsafat Ilmu Dakwah
Perspektif Ilmu Sosial”, (Yogyakarta:Penerbit Ombak,2013), hlm 172
[5]
Moh Wardi, “Problematika
Pendidikan Islam dan Solusi Alternatifnya”, Tadrîs Volume 8
Nomor 1 Juni 2013, hlm 14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar