Minggu, 08 Desember 2019

Implementasi Filsafat Dakwah Pada Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu)


Nama                  : Siti Humaira
NIM                     : 1801056005
Mata Kuliah         : Filsafat Dakwah
Dosen Pengampu : Dr. Hasyim Hasanah, S.Sos.I., M.S.I

“Implementasi Filsafat Dakwah Pada Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu).”

A.    Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu)
Dampak besar yang sangat dirasakan akibat masih minimnya teknologi pendataan dan pengolahan data dalam penyelenggaraan ibadah haji, yaitu terjadinya peristiwa tragedi kecelakaan di Terowongan Mina yang memakan korban sebanyak 1.426 jiwa, 649 jiwa diantaranya ialah jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah mengalami sulitnya dalam identifikasi pendataan korban, serta sulitnya dalam menginformasikan musibah tersebut kepada keluarga korban karena teknologi informasi yang masih manual, dimana semua proses dalam pelayanan haji baik yang terkait dengan administrasi dan dokumentasi, sampai pada kegiatan pelaksanaan ibadah haji masih menggunakan teknologi informasi yang sederhana dan lambat.
Suatu langkah tepat yang telah diambil oleh Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan pelayanan haji adalah dengan membangun suatu Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang terhubung dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama serta Kementerian Agama seluruh Kabupaten Kota di Indonesia. SISKOHAT merupakan suatu sistem pelayanan secara on-line dan real time antara Bank Penyelenggara Penerima Setoran (BPS BPIH) Ibadah Haji, Kantor Wilayah Kementerian Agama di 33 Provinsi dan kabupaten dengan Host Pusat Komputer untuk penyimpanan seluruh database calon Jamaah Haji di Kementerian Agama Pusat yakni di Jakarta Pusat.
Sistem Aplikasi haji yang ada pada SISKOHAT saat ini, adalah aplikasi pendafaran calon jamaah haji (termasuk di dalamnya aplikasi pada BPS BPIH), aplikasi up date data pemberangkatan, pemulangan dan lain-lain yang berkaitan erat dengan pengolahan data jamaah haji. Pemerintah menggunakan main system milik Garuda sebagai host SISKOHAT yang tersambung dengan 7 BPS BPIH. Pengembangan SISKOHAT secara bertahap dan berkesinambungan di Kementerian Agama Kabupaten/Kota setiap tahunnya mengalami peningkatan, tahun 2010 Kementerian Agama pusat meluncurkan SISKOHAT versi terbarunya yaitu SISKOHAT Gen-1. Sebagai penyempurna dari SISKOHAT Gen-1 Kementerian Agama meluncurkan SISKOHAT Gen-2 pada tahun 2014.[1]
Bangunan aplikasi SISKOHAT yang telah dibentuk selain pendaftaran haji sebagai dasar pertama pembentukan data base haji, kemudian digunakan dalam proses administrasi dan dokumen, aplikasi pemvisaan di Pusat, aplikasi pelayanan operasional Arab Saudi, pembatalan dan pelimpahan serta pelayanan kesehatan jamaah haji di Departemen Kesehatan.
Dengan demikian, prinsip dasar dan fungsi pembangunan dan pengembangan program aplikasi SISKOHAT adalah mengacu kepada sistem dan prosedur serta mekanisme penyelenggaraan operasional haji secara keseluruhan, mulai dari masa pendaftaran sampai kepada masa operasional di Arab Saudi, sert a proses pembatalan dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Atau, didasarkan pada petunjuk teknis penyelenggaraan haji yang setiap tahun diterbitkan.

B.     Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam Kajian Ilmu Aksiologi
Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai dari sudut pandang filsafat. Pembicaraan nilai dalam bahasa yang paling umum dan sederhana (menurut konsep orang awam) seringkali dikaitkan  dengan baik dan buruk, manfaat tidak manfaat. Sesuatu itu dikatakan bernilai jika ia memiliki unsur baik atau manfaat dalam kehidupan, misalnya nilai sebuah pisau, nilai sehat, nilai orang, nilai sebuah barang dan lain-lain. Oleh karena itu , dalam kehidupan sehari-hari ada sesuatu yang bernilai dan ada yang diberi nilai (nilai intrinsik dan nilai instrumental).[2]
Dalam kajian aksiologi, terdapat tiga istilah yang berbeda tapi memiliki kemiripan arti; yaitu nilai, moral, etika. Nilai merupakan sebuah term yang mengandung makna yang lebih bersifat generik bila dibandingkan dengan istilah moral dan etika. Nilai membutuhkan penjabaran lebih lanjut agar ia bersifat operasional. Menurut Kattsoff  bahwa nilai dapat diklasifikasikan dalam beberapa hal, yaitu: nilai instrinsik dan nilai instrumental. Nilai instrinsik adalah nilai yang dari sesuatu sejak semula sudah bernilai.Nilai instrumental adalah nilai dari sesuatu karena dapat dicapai sebagai sarana untuk mencapai tujuan sesuatu. Kedudukan metafisis dari nilai, apakah hubungan nilai-nilai dengan fakta-fakta yang diselidiki oleh ilmu alam, dari pengalaman manusia dari pengalaman manusiawi tentang nilai dengan kenyataan yang bebas dari manusia. [3]Sementara itu, etika merupakan kajian aksiologi yang paling operasional, sebab etika merupakan penjabaran dari moral dalam bentuk, formula, peraturan atau ketentuan pelaksanaan yang lebih kongkrit.[4]
Sistem SISKOHAT sangat mempermudah dalam prosedur pendaftran pelaksanaan ibadah haji karena dengan sistem SISKOHAT pengurusan adminitrasi dan dokumen-dokumen dll lebih mudah. Dalam bidang kajian filsafat dakwah perspektif ilmu aksiologis SISKOHAT dinilai dari segi esensi , artinya kita melihat nilai dari sudut ontologis, yakni bahwa nilai sudah ada sejak semula.
a.  Dilihat dari sudut ilmunya maka yang muncul nilai kebenaran dan pengetahuan tentunya harus ada tolak ukur yang baku. Dari sudut ini dilihat dari aspek unsur pragmatis, SISKOHAT mempunyai nilai dan memeberikan manfaat kepada calon jamaah haji dan mempermudah petugas Kemenag yang bertugas megurus pendaftaran dan mengurus dokumen-dokumen haji. Operasional penyelenggaraan ibadah haji lebih mudah karena sebelum ada sistem SISKOHAT pemerintah menggunakan cara manual seperti perhitungan dan perebutan kuota haji nasional, pengisian formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) untuk pendaftaran haji di kabupaten kota, masa pelunasan setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada Bank Penerima Setoran (BPS), pengurusan dan penyelesaian paspor maupun visa haji, penyusunan pra manifest kloter dan manifest penerbangan, boarding pass maupun tiketing. Juga pembuatan tanda terima dan tanda pengenal jemaah, Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) haji embarkasi saat akan diberangkatkan, dan lainnya.
b.   Dari sudut empirik keberadaan SISKOHAT. Dari sudut ini SISKOHAT dilihat dalam kenyataan dalam sistem operasional ibadah haji, yakni adanya sasaran dalam SISKOHAT yaitu calon jamaah haji dan petugas operasional ibadah haji.
c.  Nilai Dakwah, penerapan dan pengapliakasian wujud penyebaran nilai-nilai Islam dalam mempermudah pelayanan operasional calon jamaah haji.
d.   Nilai Kerahmatan, SISKOHAT ditujukan bagi kepentingan dan kemaslahatan calon jamaah haji dan petugas operasional penyelenggaraan ibadah haji.[5]

C.    Kesimpulan
Sistem Aplikasi haji yang ada pada SISKOHAT saat ini, adalah aplikasi pendafaran calon jamaah haji (termasuk di dalamnya aplikasi pada BPS BPIH), aplikasi up date data pemberangkatan, pemulangan dan lain-lain yang berkaitan erat dengan pengolahan data jamaah haji.
Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai dari sudut pandang filsafat. Pembicaraan nilai dalam bahasa yang paling umum dan sederhana (menurut konsep orang awam) seringkali dikaitkan  dengan baik dan buruk, manfaat tidak manfaat.
SISKOHAT ditinjau  dari bidang aksiologi dari segi esensi dan dilihat dari nilai kebenaran, nilai dakwah dan nilai kerahmatan,


Daftar Pustaka

Drs Suisyanto, M.Pd, “Pengantar Filsafat Dakwah”, Yogyakarta: Penerbit Teras, 2006.
Supena, Ilyas, “Filsafat Ilmu Dakwah Perspektif Ilmu Sosial”, Yogyakarta:Penerbit Ombak, 2013.
Wardi, Moh, “Problematika Pendidikan Islam dan Solusi Alternatifnya”, Tadris Volume 8 Nomor 1 Juni 2013.
Munawaroh, Zahrotun, “Efektivitas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, JURNAL ILMU DAKWAH, Vol. 35, No.2, Juli-Desember, 2015
Achmadi, Asmoro, , “Aksiologi Reog Ponorogo Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter Bangsa”, Teologia, Volume 25, No 1, Januari-Juni 2014





[1] Zahrotun Munawaroh dkk, “Efektivitas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, JURNAL ILMU DAKWAH, Vol. 35, No.2, Juli – Desember, 2015, hlm 228
[2] Drs.Suisyanto, M.Pd, “Pengantar Filsafat Dakwah”,(Yogyakarta:Penerbit Teras, 2006), hlm 89
[3] Asmoro Achmadi, “Aksiologi Reog Ponorogo Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter Bangsa”, Teologia, Volume 25, No 1, Januari-Juni 2014, hlm 7
[4] Dr. Ilyas Supena, M.Ag, “Filsafat Ilmu Dakwah Perspektif Ilmu Sosial”, (Yogyakarta:Penerbit Ombak,2013), hlm 172
[5] Moh Wardi, “Problematika Pendidikan Islam dan Solusi Alternatifnya”, TadrĂ®s Volume 8 Nomor 1 Juni 2013, hlm 14